Gangguan Suasana Hati (Mood) – Jenis, Penyebab, Gejala, Pengobatan

Gangguan Suasana Hati (Gangguan Mood)

Link : Gangguan Mental » Gangguan Suasana Hati

Apa itu Gangguan Suasana Hati atau Gangguan Mood?

Gangguan suasana hati atau gangguan mood adalah masalah kesehatan mental yang terutama mempengaruhi keadaan emosi seseorang. Ini adalah gangguan di mana seseorang mengalami kebahagiaan yang ekstrem, atau kesedihan yang ekstrem, atau bahkan keduanya.

Sangat normal jika suasana hati seseorang berubah, tergantung situasinya. Namun, untuk dapat didiagnosis sebagai gangguan mood, gejalanya harus ada selama beberapa minggu atau lebih. Gangguan suasana hati dapat menyebabkan perubahan perilaku dan dapat mempengaruhi kemampuan seseorang untuk melakukan kegiatan rutin, seperti bekerja atau sekolah.


Apa Saja Jenis Gangguan Suasana Hati?

Update terbaru dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-V) pada 2013, gangguan mood dikelompokkan menjadi gangguan bipolar dan gangguan depresi.

Secara umum, tipe utama gangguan mood meliputi :

1. Gangguan Depresi Mayor

Gangguan ini yang sering disebut sebagai depresi berat atau depresi klinis. Gangguan ini akibat dari kesedihan yang ekstrim, keputus-asaan, dan / atau kelelahan yang berlangsung selama dua minggu atau lebih.

2. Gangguan Afektif Musiman

Atau depresi musim dingin adalah jenis depresi yang biasanya menyerang selama musim dingin.

3. Gangguan Bipolar I

Juga sering disebut sebagai “depresi manik”, jika seseorang memiliki mania atau perasaan gembira yang ekstrim, dan / atau mudah tersinggung dan peningkatan energi atau hiperaktif. Selama episode manik, penderita juga sering melakukan kegiatan yang dapat membahayakan atau menyakitkan bagi diri sendiri dan / atau orang lain.

4. Gangguan Bipolar II

Untuk diagnosis, penderita harus memiliki setidaknya satu episode hypomania saat ini atau masa lalu, yang merupakan bentuk mania yang kurang parah, dan setidaknya satu episode dari depresi berat saat ini atau masa lalu, tetapi tidak ada riwayat episode manik apa pun. Kriteria episode mania, hipomania, dan depresi berat tetap sama.

5. Gangguan Siklotimik

Diagnosis memerlukan riwayat minimal dua tahun dari sedikit episode hipomania dan sedikit depresi mayor. Ini adalah bentuk gangguan bipolar yang kurang ekstrim.

6. Gangguan Lainnya

Kategori tambahan ini termasuk depresi atau gangguan bipolar yang disebabkan oleh obat-obatan, kondisi medis, atau penyakit tertentu. Misalnya, penyakit kronis atau kanker dapat menyebabkan depresi, seperti halnya gangguan penggunaan alkohol atau paparan obat atau racun tertentu.


Jenis Gangguan Baru

Ada tiga gangguan depresi baru yang termasuk dalam DSM-V, yaitu :

1. Gangguan Disregulasi Suasana Hati

Gangguan depresi ini ditambahkan ke dalam DSM-V untuk anak-anak hingga usia 18 tahun yang menunjukkan iritabilitas persisten dan sering berperilaku ekstrim yang tidak terkontrol, yang merupakan pola perilaku sosial yang abnormal, episodik, dan sering kali disertai kekerasan dan tidak terkendali meskipun tanpa provokasi yang signifikan.

2. Gangguan Depresi Persisten

Diagnosis ini dimaksudkan untuk memasukkan kedua gangguan depresi mayor kronis yang telah berlangsung selama dua tahun atau lebih dan apa yang sebelumnya dikenal sebagai gangguan distimik atau distimia, suatu bentuk depresi tingkat rendah.

3. Gangguan Disforik Pramenstruasi

Diagnosis ini didasarkan pada adanya gejala spesifik pada minggu sebelum awal menstruasi, diikuti oleh resolusi gejala ini setelahnya. Gejala-gejalanya harus mencakup satu atau lebih dari yang berikut : perubahan suasana hati, mudah marah, suasana hati yang tertekan atau putus asa, dan kecemasan atau ketegangan, serta satu atau lebih dari tujuh gejala tambahan, dengan total setidaknya lima gejala.


Gejala

Gangguan suasana hati dapat menyebabkan kesulitan dalam mengikuti tugas dan tuntutan hidup sehari-hari. Beberapa orang, terutama anak-anak, mungkin memiliki gejala fisik depresi, seperti sakit kepala yang tidak dapat dijelaskan atau sakit perut. Karena ada berbagai jenis gangguan suasana hati, gangguan-gangguan tersebut dapat memiliki efek yang sangat berbeda tergantung pada gaya hidup penderita.

Secara umum, gejala dapat meliputi :

  1. Kehilangan minat pada aktivitas yang sebelumnya sangat dinikmati
  2. Makan lebih atau kurang dari biasanya
  3. Kesulitan tidur atau tidur lebih dari biasanya
  4. Kelelahan
  5. Menangis
  6. Kegelisahan
  7. Merasa “datar”, seperti tidak punya energi untuk perhatian
  8. Merasa terisolasi, sedih, putus asa, dan tidak berharga
  9. Kesulitan berkonsentrasi
  10. Masalah dalam membuat keputusan
  11. Perasaan bersalah
  12. Sifat lekas marah
  13. Adanya pikiran mau mati dan / atau bunuh diri

Dengan gangguan suasana hati, gejala-gejala ini muncul dan akhirnya mulai mempengaruhi kehidupan sehari-hari penderita dengan cara yang negatif. Mungkin setiap penderita akan merasakan kombinas gejala yang berbeda-beda dari gejala-gejala tersebut.


Penyebab

Tidak ada yang tahu penyebab pasti gangguan suasana hati, tetapi berbagai faktor tampaknya berkontribusi terhadap gangguan ini dan cenderung berasal dari dalam lingkungan keluarga. Ketidakseimbangan kimia di otak adalah penyebab yang paling mungkin. Peristiwa hidup yang penuh tekanan seperti kematian, perceraian, atau trauma juga dapat memicu depresi, terutama jika penderita sudah pernah mengalami itu sebelumnya atau ada komponen genetik.


Diagnosa

Gangguan mood harus dievaluasi dan dirawat dengan benar oleh profesional kesehatan mental, seperti psikiater. Jika salah satu gejala di atas telah mengganggu kehidupan selama lebih dari dua minggu atau memiliki pikiran untuk bunuh diri, harus segera mencari bantuan.

Dokter akan dapat mendiagnosis dengan melakukan pemeriksaan fisik untuk mengesampingkan alasan fisik untuk gejala, serta evaluasi kejiwaan.


Pengobatan

Jutaan orang mengalami gangguan suasana hati dan berhasil diobati, dan menjalani kualitas hidup yang lebih baik. Perawatan untuk gangguan suasana hati dapat termasuk psikoterapi, juga dikenal sebagai terapi bicara, serta obat-obatan untuk membantu mengatur ketidakseimbangan kimia di dalam otak. Kombinasi psikoterapi dan pengobatan sering kali merupakan tindakan terbaik untuk membantu pasien menuju kondisi yang lebih baik.


PENGGUNAAN DAN INFORMASI PENTING :

Informasi ini dimaksudkan untuk melengkapi, bukan menggantikan saran dari dokter atau penyedia layanan kesehatan Anda.

Informasi ini mungkin tidak sesuai dengan kondisi kesehatan spesifik Anda. Jangan pernah menunda atau mengabaikan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional atau penyedia layanan kesehatan lain yang memenuhi syarat.

Anda harus selalu berbicara dengan dokter atau perawat kesehatan profesional sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah bagian yang ditentukan dari rencana perawatan kesehatan Anda. Dan untuk menentukan program terapi apa yang tepat untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *