12 Manfaat Saffron Bagi Kesehatan Tubuh Dan Mental

Manfaat Saffron Untuk Kesehatan Dan Efek Samping Saffron

Saffron merupakan rempah yang dapat digunakan untuk penyedap, pewarna, dan perasa makanan. Berasal dari bunga crocus (Crocus sativus). Saffron memiliki banyak nama lain, yaitu Autumn Crocus, Azafrán, Azafron, Croci Stigma, Crocus Cultivé, Crocus sativus, Indian Saffron, Kashmira, Kesar, Kumkuma, Saffron Crocus, Safran, Safran Cultivé, Safran Espagnol, Safran des Indes, Safran Véritable, Spanish Saffron, True Saffron, atau Zafran. Saffron banyak dibudidayakan di Iran dan beberapa negara lain termasuk Pakistan, Yunani, Italia, dan Spanyol.

Manfaat Saffron Untuk Kesehatan

Meskipun telah dikenal luas sebagai bumbu yang digunakan pada makanan, tetapi ekstrak saffron memiliki sejarah panjang dan beragam dalam pengobatan herbal, lebih dari 2.500 tahun. Berdasar pada sebuah penelitian di tahun 2014, saffron telah digunakan di berbagai negara untuk mengobati penyakit kulit, masalah pernapasan, penglihatan yang buruk, nyeri, penyakit mental, masalah ginekologi, disfungsi ereksi, dan infeksi.

Bunga Crocus sativus berwarna ungu muda, tetapi yang banyak dimanfaatkan adalah stigma atau putik bunganya yang berwarna kemerahan seperti benang.

Besarnya manfaat saffron untuk kesehatan terletak pada kandungan senyawa kimia yang lebih dari 150. Namun yang paling banyak diteliti dan berpengaruh penting terhadap kesehatan tubuh dan mental adalah crocetin, crocin, picrocrocin, safranal, dan kaempferol. Senyawa tersebut merupakan antioksidan yang kuat, molekul-molekul yang mampu melindungi sel dari radikal bebas.


Berapa Harga Saffron?

Putik bunga tanaman ini dihargai sangat mahal sebagai bumbu masakan. Selangitnya harganya dikarenakan masa panen yang singkat. Bunga Crocus sativus hanya mekar dalam 1 minggu selama musim gugur. Selain itu, dibutuhkan iklim dan curah hujan yang tepat pula agar tanaman bisa tumbuh subur.

Dalam proses produksinya, petani harus mengambil stigma menggunakan alat pinset satu persatu, kemudian mengeringkannya di dalam sebuah wadah khusus. Stigma juga hanya bisa dipanen di pagi hari, karena cahaya matahari bisa mengubah kandungan dari rempah tersebut.

Dibutuhkan sekitar 80.000 bunga, yang dipanen dengan tangan, untuk menghasilkan 1000 gram (1 kg) stigma. Sekitar 230.000 stigma kering (diperoleh dari 80.000 bunga) menghasilkan 570 gram saffron murni (dalam bentuk bubuk).

Karena budidaya, cara memanen, dan pemrosesannya yang susah, harga rempah ini sangat mahal. Karena alasan itulah saffron sering disebut sebagai “Emas Merah”. Harga untuk 1 kilogram-nya lebih dari 50 juta rupiah, bahkan bisa mencapai 250 juta rupiah tergantung pada kualitasnya.

Kualitas saffron diketahui lewat uji laboratorium dan ditentukan berdasarkan kadar crocin (yang memberi warna merah), picrocrocin (rasa), dan safranal (aroma). Pengukuran lain termasuk tingkat kekeringan stigma, kandungan limbah bunga (seperti bagian bunga selain stigma) dan bahan inorganik.


Manfaat Saffron bagi Kesehatan

Sejumlah penelitian telah membuktikan banyak manfaat saffron bagi kesehatan tubuh dan mental.

Berikut adalah manfaat saffron bagi kesehatan tubuh dan mental :

Antioksidan Yang Kuat

Manfaat saffron bagi kesehatan yang utama berasal dari kandungan senyawa tanaman yang bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari radikal bebas dan stres oksidatif, diantaranya adalah crocin, crocetin, safranal, dan kaempferol.

Crocin dan crocetin adalah pigmen karotenoid yang meberikan warna merah pada putik bunga. Kedua senyawa ini memiliki sifat antidepresan, melindungi sel-sel otak terhadap kerusakan progresif, mengurangi peradangan, mengurangi nafsu makan, dan membantu penurunan berat badan.

Safranal memberi rasa dan aroma yang berbeda pada saffron. Penelitian menunjukkan bahwa safranal dapat membantu meningkatkan mood atau suasana hati, memori, dan kemampuan belajar, serta melindungi sel-sel otak terhadap stres oksidatif.

Terakhir, kaempferol ditemukan di kelopak bunga. Senyawa ini telah dikaitkan dengan manfaat kesehatan, seperti mengurangi peradangan, sifat antikanker, dan antidepresan.

Meningkatkan Mood dan Mengobati Gejala Depresi

Saffron dijuluki “rempah-rempah sinar matahari”, bukan hanya karena warnanya yang terang, tetapi juga karena kandungannya dapat membantu mencerahkan suasana hati. Kandungan crocin dan safranal-lah yang mampu menghasilkan dopamine, yakni zat yang bisa meningkatkan mood dan mengendalikan emosi.

Dalam ulasan lima penelitian, kandungan saffron secara signifikan lebih efektif daripada plasebo dalam mengobati gejala depresi ringan hingga sedang.

Penelitian lain menemukan bahwa mengonsumsi 30 mg saffron setiap hari sama efektifnya dengan fluoxetine, imipramine, dan citalopram (pengobatan konvensional untuk depresi). Selain itu, lebih sedikit memberikan efek samping dibandingkan dengan perawatan lain. Temuan ini cukup menjanjikan, tetapi diperlukan lebih banyak penelitian lanjutan sebelum dapat direkomendasikan secara pasti sebagai pengobatan untuk depresi.

Memiliki Sifat Melawan Kanker

Kandungan antioksidan yang kaya dapat membantu menetralisir radikal bebas berbahaya. Kerusakan radikal bebas telah dikaitkan dengan penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker.

Dalam penelitian tabung reaksi, membuktikan manfaat saffron dalam membunuh sel-sel kanker di usus besar secara selektif atau menekan pertumbuhannya, tanpa merusak sel-sel normal lainnya.

Efek ini juga berlaku pada kulit, sumsum tulang, prostat, paru-paru, payudara, leher rahim, dan beberapa sel kanker lainnya.

Terlebih lagi, penelitian-penelitian tabung menemukan bahwa crocin (antioksidan utama) dapat membuat sel kanker lebih sensitif terhadap obat kemoterapi.

Mengurangi Gejala PMS

Premenstrual syndrome (PMS) adalah istilah yang menggambarkan gejala fisik, emosi, dan psikologis yang terjadi pada wanita sebelum dimulainya periode menstruasi.

Pada sebuah penelitian, kelompok wanita yang mengonsumsi kapsul berisi 15 mg saffron sebanyak 2 kali sehari mengalami gejala fisik dan emosional premenstrual syndrome (PMS) yang lebih ringan dibandingkan kelompok wanita yang tidak mengonsumsi kapsul tersebut.

Pada wanita berusia 20-45 tahun, mengonsumsi 30 mg setiap hari lebih efektif daripada plasebo dalam mengobati gejala PMS seperti mudah marah, sakit kepala, dan nyeri atau kram pada perut.

Penelitian lain menemukan bahwa manfaat saffron dalam membantu mengurangi gejala PMS (seperti kecemasan) dan menurunkan kadar hormon stres kortisol bisa didapat dengan mencium bau atau aromanya.

Bertindak sebagai Afrodisiak

Afrodisiak adalah makanan atau suplemen yang membantu meningkatkan libido. Penelitian telah menunjukkan bahwa saffron memiliki sifat afrodisiak, terutama pada orang yang menggunakan obat antidepresan.

Sebagai contoh, mengkonsumsi 30 mg setiap hari selama empat minggu secara signifikan meningkatkan fungsi ereksi pada pria yang mengalami disfungsi ereksi akibat obat antidepresan.

Begitu juga pada wanita dengan hasrat seksual rendah karena menggunakan antidepresan, 30 mg setiap hari selama empat minggu dapat mengurangi rasa sakit akibat aktivitas seks, dan meningkatkan hasrat dan pelumasan seksual, dibandingkan dengan plasebo.

Mengurangi Nafsu Makan dan Membantu Penurunan Berat Badan

Ngemil adalah kebiasaan yang dapat meningkatkan resiko mengalami kenaikan berat badan yang tidak diinginkan. Sebuah penelitian terhadap sekelompok wanita menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi suplemen saffron selama 8 minggu mengalami penurunan nafsu makan dan berat badan yang lebih signifikan dibandingkan kelompok wanita yang tidak mengonsumsi.

Hasil penelitian lainnya, konsumsi suplemen ekstrak saffron membantu secara signifikan mengurangi nafsu makan, indeks massa tubuh, lingkar pinggang, dan massa lemak total pada pasien dengan penyakit jantung koroner. Namun, para ilmuwan tidak yakin bagaimana saffron bisa mengurangi nafsu makan dan membantu penurunan berat badan. Teori yang dipercaya adalah saffron meningkatkan suasana hati, sehingga mengurangi produksi hormon leptin dan ghrelin yang memicu timbulnya rasa lapar.

Mengurangi Faktor Risiko Penyakit Jantung

Penelitian di laboratorium menunjukkan bahwa sifat antioksidan saffron dapat menurunkan kolesterol darah dan mencegah pembuluh darah dan arteri tersumbat.

Menurunkan Kadar Lemak dan Gula Darah

Walaupun masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut dengan durasi yang lebih lama, konsumsi saffron terlihat dapat menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida, serta meningkatkan konsentrasi kolesterol baik atau high-density lipoprotein (HDL).

Selain itu juga dapat menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas hormon insulin, seperti yang terlihat dalam penelitian tabung dan tikus dengan diabetes.

Meningkatkan Penglihatan Pada Orang Dewasa Dengan Degenerasi Makula Terkait Usia (AMD)

Saffron dapat meningkatkan penglihatan pada orang dewasa dengan age-related macular degeneration (AMD) dan melindungi terhadap kerusakan akibat radikal bebas, yang terkait dengan AMD.

Dapat Meningkatkan Daya Ingat Pada Orang Dewasa Dengan Penyakit Alzheimer

Sifat antioksidan Saffron dapat meningkatkan kognisi pada orang dewasa dengan penyakit Alzheimer. Pada sebuah studi terhadap penderita penyakit Alzheimer, konsumsi saffron sebanyak 15 mg sebanyak dua kali sehari dapat meningkatkan fungsi kognitif yang cukup signifikan.

Meningkatkan Kekebalan Tubuh

Saffron memiliki komponen yang berperan penting dalam meningkatkan kekebalan tubuh. Di antaranya adalah karoten, asam folat serta vitamin C. Komponen-komponen ini amat baik untuk menambah produksi leukosit. Sehingga tubuh terproteksi dari berbagai ancaman penyakit menular.

Penyedap Makanan

Dalam dosis kecil, saffron memiliki rasa dan aroma yang halus yang cocok dengan hidangan gurih, seperti paella, risotto, dan hidangan lainnya.

Cara terbaik untuk mengeluarkan rasa unik saffron adalah dengan merendam stigma kering dalam air panas, tapi jangan sampai mendidih. Kemudian tambahkan rendaman air saffron ke dalam resep makanan untuk mendapatkan rasa yang lebih dalam.

Saffron sudah banyak tersedia di sebagian besar pasar khusus ataupun toko online, dan dapat dibeli dalam bentuk stigma kering (seperti benang) atau bubuk. Namun, yang terbaik adalah membeli dalam bentuk stigma kering, karena memberikan lebih banyak fleksibilitas penggunaan, dan kecil kemungkinannya untuk dipalsukan. Selain itu, saffron juga tersedia dalam bentuk suplemen atau kapsul.


Dosis dan Efek Samping

Saffron umumnya aman dengan sedikit atau tanpa efek samping. Dalam jumlah standar memasak, tampaknya tidak menimbulkan efek buruk pada tubuh. Berdasarkan berbagai penelitian, konsumsi saffron dalam bentuk kapsul sebanyak 30 mg per hari sudah cukup untuk memberikan manfaat bagi kesehatan.

Selain dalam bentuk kapsul, saffron juga bisa dikonsumsi dengan cara diseduh seperti teh. Caranya campurkan 3 helai stigma kering ke dalam 500 mL air panas dan biarkan selama 15 menit hingga warna kuning muncul. Setelah itu air siap diminum, dan jangan mengkonsumsi lebih dari 10 helai per hari.

Secara umum, saffron aman dikonsumsi selama dosisnya tidak berlebihan. Beberapa efek samping yang dapat muncul jika rempah ini dikonsumsi secara berlebihan. Efeknya adalah sakit kepala, nyeri perut, mual, perubahan nafsu makan, mulut kering, dan rasa kantuk.

Sebagai suplemen makanan, saffron aman dikonsumsi hingga 1,5 gram per hari. Konsumsi lebih dari 5 gram memberikan efek toksik atau racun, dan bisa menyebabkan kematian pada dosis lebih dari 20 gram sehari. Wanita hamil harus menghindari dosis tinggi, karena dapat menginduksi stimulan uterus yang menyebabkan keguguran. Dalam pengobatan tradisional, saffron telah digunakan untuk praktik aborsi.

Seperti halnya suplemen lain, konsultasikan dengan dokter sebelum mengkonsumsi saffron dalam bentuk suplemen. Terutama jika akan mengkonsumsinya secara rutin atau bersamaan dengan obat dan suplemen lain, karena dapat berinteraksi dengan obat hipertensi dan obat pengencer darah. Juga disarankan pendekatan yang hati-hati dalam penggunaan pada orang yang memiliki jenis penyakit ginjal tertentu.

Masalah lain pada saffron (terutama dalam bentuk bubuk) adalah bubuk dapat dipalsukan dengan bahan-bahan lain, seperti bit, serat sutera merah, kunyit, dan paprika. Pemalsuan dilakukan untuk mengurangi biaya produksi, karena saffron yang asli sangat mahal dan susah didapatkan.

Ketika saffron digunakan untuk tujuan terapeutik, pemalsuan membuat proses pengobatan menjadi tidak berguna atau bahkan justru menjadi berbahaya. Karena itu, penting untuk membelinya dari merek terkemuka untuk memastikan keaslian produk. Jika terdapat produk yang harganya terlalu murah, sebaiknya dihindari dan jangan dibeli. Dianjurkan untuk membeli produk dari produsen atau penjual dengan reputasi yang baik agar keasliannya terjamin, dan sebaiknya pilih produk yang sudah memiliki izin dari BPOM.



PENGGUNAAN DAN INFORMASI PENTING :

Informasi ini dimaksudkan untuk melengkapi, bukan menggantikan saran dari dokter atau penyedia layanan kesehatan Anda.

Informasi ini mungkin tidak sesuai dengan kondisi kesehatan spesifik Anda. Jangan pernah menunda atau mengabaikan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis profesional atau penyedia layanan kesehatan lain yang memenuhi syarat.

Anda harus selalu berbicara dengan dokter atau perawat kesehatan profesional sebelum memulai, menghentikan, atau mengubah bagian yang ditentukan dari rencana perawatan kesehatan Anda. Dan untuk menentukan program terapi apa yang tepat untuk Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *